fbpx
Pastel Website Mock Up Design

Tahukah Anda? Seberapa pentingnya Anda meningkatkan kecepatan performa Blog atau Website yang Anda miliki, dalam mengakses sebuah Blog atau Website untuk mencari beberapa informasi, tentunya Anda pernah mengalami loading page lama. Lalu bagaimana jika itu terjadi dengan Blog atau Website Anda?

Adanya sebuah kelambatan dalam proses loading, itu salah satu penyebab para pengunjung pergi dari Blog atau Website Anda. Sebuah riset yang dilakukan oleh Kissmetrics mengungkapkan, bahwa rata-rata proses loading  yang diperlukan saat pertama mengakses website hanya sekitar 3 detik saja.

Ada beberapa situs Website seperti GTMetrix, Pingdom, dan Google Pagespeed dapat membantu Anda dalam melakukan analisis kecepatan Website, serta memberikan masukan bagian mana yang harus Anda optimasi.

1. Kompresi Gambar Pada Website

Ilustrasi Kompresi Gambar

Point pertama tentunya yaitu dengan melakukan kompresi gambar pada Blog atau Website Anda, karena ini salah satu faktor yang bisa membuat loading page Anda lama. Sebaiknya Anda tidak menyepelekan hal ini, solusinya adalah lakukan optimasi.

Point pentingnya, meminimalkan ukuran gambar namun pastikan tetap dalam resolusi bagus. Anda dapat menggunakan Plugin WP-Smush untuk optimasi gambar diseluruh Blog atau Website Anda.

Selanjutnya untuk meminimalkan ukuran gambar, Anda harus melakukan pengecekan dahulu menggunakan GTMetrix. Kemudian GTMetrix akan memberikan informasi gambar mana saja yang masih bisa diperkecil. Dalam mengubah suatu ukuran gambar Anda bisa menggunakan software seperti Photoshop, Photoscape, dan lain-lain.

2. WordPress Versi Update

Gambar Update WordPress

Point kedua juga penting yaitu pastikan WordPress yang Anda gunakan versi Update. WordPress merupakan platform open source yang selalu berkembang dan disempurnakan. Jadi Anda harus melakukan update untuk memperbarui fitur dan menghilangkan bug dalam versi sebelumnya.

Begitu pula dari sisi segi kecepatan. Jika Anda tidak peduli untuk update WordPress, maka Blog atau Website Anda menjadi lambat dan rentan terhadap ancaman seperti Malware, Virus, bahkan ancaman hacker.

3. Mengaktifkan Caching WordPress

Ilustrasi Mengaktifkan Caching WordPress

Point ketiga yaitu Anda harus mengaktifkan caching plugin pada WordPress Anda. Lakukan juga dengan beberapa Plugin seperti WP Super Cache, W3 Total Cache, dan WP Super. Pada dasarnya Plugin Caching akan bekerja dengan membuat file html statis, sehingga ketika diakses kembali dapat diakses dengan lebih cepat, karena tidak perlu membuat script dinamis yang membebani kinerja server. Selain itu beberapa plugin caching memiliki fungsi tambahan seperti minify file HTML CSS, bahkan Caching Browser.

4. Menghapus Plugin Tidak Berguna

Gambar Cara Menghapus Plugin

Pada point keempat sangat penting, Anda bisa menghapus plugin yang tidak berguna pada Blog atau Website Anda, pastikan untuk menggunakan plugin sesuai kebutuhan pada Blog atau Website Anda. Jika ada plugin yang tidak berguna, tentu itu hanya akan membuat Blog atau Website Anda menjadi lambat.

Jika Anda bingung plugin mana saja yang akan di uninstall, maka Anda bisa gunakan Plugin Performance Profile. Sehingga nantinya Anda akan mengetahui plugin mana saja yang tetap Anda gunakan atau bahkan Anda ganti.

5. Memiliki Tema Ringan, Cepat, dan Asli

Gambar Tema Ringan

Point kelima yaitu ketika Anda memilih tema untuk WordPress, jangan hanya lihat dari sisi tampilan saja. Anda sebaiknya memilih tema yang tidak terlalu berat, sehingga ketika diakses tidak mempengaruhi load akses Blog atau Website Anda. Sangat disayangkan jika pengunjung Blog atau Website Anda belum sempat mendapat informasi penting di Website Anda, dikarenakan tema yang Anda gunakan terlalu berat. Selain itu gunakan tema WordPress Premium yang mendukung SEO agar lebih disenangi mesin pencari dan lebih diutamakan oleh Google.

6. Menggunakan CDN (Content Delivery Network)

Content Delivery Network

Pada point ketujuh yaitu melakukan optimasi database, Website WordPress Anda tentunya semakin hari semakin berkembang komentar SPAM, tags yang tidak digunakan, bahkan revisi yang terlalu banyak akan memperberat database yang mengakibatkan Website semakin lemot. Untuk membersihkannya, Anda dapat menggunakan plugin WP-Optimize yang sudah tersedia di WordPress Anda. Cukup lakukan install dan aktifkan, Anda dapat mengontrol secara penuh Website WordPress Anda.

7. Upload Video? Gunakan URL

Ilustrasi Gambar upload video

Point kedelapan yaitu jangan upload konten video secara langsung ke Website. Anda dapat menggunakan fasilitas embed video dari Youtube cantumkan pada editor WordPress. Nantinya video ini akan ditampilkan secara otomatis ketika di publish.

Jika Anda upload video langsung, tentu itu hanya akan membebani kinerja website serta menghabiskan bandwidth hosting Anda. Optimasi ini cukup efektif meningkatkan kecepatan website Anda, terutama jika Anda banyak menampilkan konten video.

8. Disable Hotlink di Website

Gambar disable hotlink

Point kesembilan yaitu disable hotlink di Website Anda, meskipun disable hotlink tidak langsung berimbas pada kecepatan loading Website, ini adala salah satu optimasi kecepatan yang dapat Anda lakukan sendiri.

Pada saat ada beberapa Website yang menggunakan gambar Anda, dan gambar ini diakses pengguna, secara tidak langsung, website-website tersebut akan mencuri bandwidth server Anda. Untuk menghindari hal ini, Anda dapat menonaktifkan hotlink dengan mudah.

Jangan lupa upload file berikut ke .htaccess Anda. Ganti nama domain sesuai dengan nama domain Anda sendiri.

kode

Aktifkan Kompresi Gzip

Gzip Compression

Point terakhir Anda bisa coba aktifkan Gzip, ketika Anda menggunakan kompresi Gzip loading website, WordPress Anda menjadi semakin cepat. Kompresi Gzip memiliki fungsi untuk memperkecil ukuran file Website CSS, HTML, Javascript, Json, Xml maupun font. Bukan hanya sekedar mempercepat loading Website, sumber daya server dan bandwidth hosting Anda akan menjadi lebih hemat.

Jika Anda mengaktifkan Kompresi Gzip, pengunjung website Anda tentu akan merasa lebih senang karena tidak perlu menunggu lama untuk mengakses Website. Lalu cara Non Aktifkan Kompresi Gzip bisa Anda lakukan secara manual melalui cPanel. Login cPanel hosting Anda, kemudian salin kode berikut dan paste pada .htaccess Anda.

Kesimpulan

Dari beberapa penjelasan diatas bisa Anda coba terapkan pada Website dengan mudah. Kecepatan memang penting, namun bukan satu-satunya yang harus diperhatikan Anda juga harus memerhatikan hal lainnya untuk meningkatkan performa Website Anda. Masih banyak lagi beberapa caranya, mungkin akan dibahas pada part2 pembahasan mengenai “Cara Meningkatkan Kecepatan & Performa Website di WordPress”.

Semoga bermanfaat untuk Anda dalam mempercepat loading Website. Setelah melakukan beberapa optimasi, jangan lupa untuk melakukan pengecekan kembali. Bilamana Anda memiliki informasi tambahan mengenai pembahasan artikel kali ini, silahkan informasikan dikolom komentar.

Leave A Comment

What’s happening in your mind about this post !

Your email address will not be published. Required fields are marked *